PEPEHANI Dompu Tegaskan Dukungan terhadap Kebijakan Disnakkeswan demi Peternakan Berkelanjutan

 

Ketua DPD PEPEHANI Dompu, H. Jakaria Ahmad, menyampaikan bahwa kebijakan Disnakkeswan saat ini telah sejalan dengan kebutuhan pelaku usaha dan peternak di lapangan. Salah satu kebijakan yang mendapat atensi serius adalah penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Holding Ground atau tempat penampungan ternak sebelum dilakukan pengiriman ke luar daerah. Foto Istimewa 


DOMPU – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Pedagang Peternak Hewan Nasional Indonesia (PEPEHANI) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menyatakan sikap mendukung penuh seluruh kebijakan dan regulasi yang diterapkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Dompu. Dukungan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong tata kelola peternakan yang sehat, tertib, dan berkelanjutan.

Ketua DPD PEPEHANI Dompu, H. Jakaria Ahmad, menyampaikan bahwa kebijakan Disnakkeswan saat ini telah sejalan dengan kebutuhan pelaku usaha dan peternak di lapangan. Salah satu kebijakan yang mendapat atensi serius adalah penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Holding Ground atau tempat penampungan ternak sebelum dilakukan pengiriman ke luar daerah.

Ia menilai, SOP tersebut menjadi instrumen penting dalam memastikan kesehatan ternak, kelengkapan administrasi, serta keamanan distribusi, mengingat ternak akan melintasi wilayah antar kabupaten hingga provinsi.

“Kami melihat penerapan SOP ini sangat tepat. Pengiriman ternak ke luar daerah tentu membutuhkan pengawasan yang ketat dan prosedur yang jelas. Pada prinsipnya, kami dari PEPEHANI siap mendukung kebijakan tersebut,” kata H. Jakaria, Minggu (17/1/2026).

Tidak hanya itu, PEPEHANI Dompu juga mengapresiasi rencana Disnakkeswan yang akan memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas ternak dan aktivitas pengangkutan. Langkah tersebut diyakini mampu menekan angka pencurian ternak yang selama ini menjadi persoalan klasik dan merugikan peternak maupun pedagang.

“Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, kami merasa lebih terlindungi. Selama ini pencurian ternak cukup meresahkan, sehingga kebijakan ini sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Sebagai ketua yang baru dilantik pada akhir Desember 2025, H. Jakaria berharap hubungan komunikasi dan kerja sama antara PEPEHANI dan Disnakkeswan semakin solid. Menurutnya, sinergi yang baik sangat dibutuhkan mengingat peran PEPEHANI dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor jasa pengiriman ternak.

“Kami memiliki kontribusi nyata terhadap PAD di sektor peternakan. Karena itu, kami berharap komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah daerah, khususnya Disnakkeswan, terus terjalin dengan baik,” imbuhnya.

Sebagai informasi, DPD PEPEHANI Dompu merupakan organisasi yang menaungi pedagang ternak, pengusaha peternakan, serta peternak lokal di wilayah Kabupaten Dompu. Organisasi ini bergerak dalam bidang perdagangan, pengangkutan, dan pengelolaan peternakan hewan, terutama sapi.

Selain berperan sebagai organisasi profesi, PEPEHANI juga aktif menjembatani kepentingan anggotanya melalui koordinasi intensif dengan Dinas Peternakan, khususnya dalam pembahasan kebijakan strategis seperti SOP muat ternak, pengawasan distribusi, hingga penetapan kuota pengiriman ternak ke luar daerah. (SN01/Tim)

Posting Komentar

0 Komentar