DOMPU – Program Penguatan Literasi BAREEKA Kabupaten Dompu resmi dibuka melalui kegiatan Sosialisasi dan Refresher Training yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan budaya literasi di daerah tersebut melalui kolaborasi lintas sektor.
Program ini diinisiasi oleh INOVASI dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah. Kolaborasi tersebut mencakup INOVASI NTB, Pemerintah Kabupaten Dompu, Dikbudpora, serta Kantor Kementerian Agama Dompu.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16 hingga 17 April 2026, diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai unsur pendidikan. Mereka terdiri dari pengawas sekolah, kepala sekolah dasar dan madrasah, guru, perwakilan LPTK, hingga komunitas pemerhati pendidikan.
Pelaksana Harian Kepala Kantor Kemenag Dompu, Burhanuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak Kemenag siap mendukung penuh peningkatan kompetensi tenaga pendidik di Kabupaten Dompu.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan. Oleh karena itu, program seperti BAREEKA Literasi dinilai sangat relevan dalam menjawab kebutuhan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dikbudpora Kabupaten Dompu, Rifaid, menekankan pentingnya menjaga motivasi dalam ekosistem pendidikan. Ia menyebutkan bahwa motivasi guru dan kepala sekolah harus dijaga secara berkelanjutan agar tidak menurun setelah pelatihan.
Ia mengingatkan bahwa semangat belajar tidak boleh bersifat sesaat atau hanya karena adanya kegiatan formal. Keikutsertaan dalam kegiatan seperti ini harus didorong oleh kemauan intrinsik untuk terus berkembang.
Menurutnya, peserta akan menjadi pihak yang merugi apabila tidak membawa perubahan setelah mengikuti kegiatan tersebut. Oleh karena itu, setiap individu diharapkan mampu menghadirkan pembaruan dalam praktik pembelajaran.
Lebih lanjut, Rifaid menegaskan bahwa perubahan wajah literasi di Kabupaten Dompu tidak bisa hanya bergantung pada pihak eksternal. Peran akademisi maupun fasilitator hanya bersifat pendukung, sementara perubahan utama harus datang dari guru itu sendiri.
Ia menekankan bahwa inisiatif, dedikasi, dan komitmen para guru menjadi kunci utama keberhasilan transformasi literasi. Dengan demikian, dampak program akan lebih terasa dan berkelanjutan.
“Wajah literasi Dompu harus kita ubah dari sini, dan kuncinya ada di tangan bapak dan ibu guru,” tegasnya di hadapan peserta. Pernyataan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir.
Dalam kesempatan itu, Rifaid secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Refresher Training Program BAREEKA Literasi Kabupaten Dompu. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan pelatihan yang telah disiapkan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi yang dirancang secara komprehensif. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, reflektif, dan berbasis praktik langsung di lapangan.
Seluruh sesi pelatihan dipandu oleh fasilitator berpengalaman yang telah memiliki kompetensi di bidang literasi. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif bagi peserta.
Melalui Program BAREEKA Literasi, INOVASI NTB bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga berlanjut pada implementasi di satuan pendidikan.
Diharapkan, program ini mampu mendorong peningkatan kompetensi literasi siswa, khususnya pada jenjang pendidikan dasar di Kabupaten Dompu. Dengan demikian, kualitas pendidikan di daerah tersebut dapat terus meningkat secara signifikan. (SN01)

0 Komentar